Pajak

3 Kesalahan Konyol Saat Klaim Tax Credit yang Bisa Bikin Bisnis Lo Tekor

Mengajukan klaim kredit pajak (Tax Credit) itu seringkali rasanya kayak lagi masuk ke labirin yang gelap dan membingungkan. Lo udah ngerasa jalan di jalur yang bener, eh tiba-tiba nabrak tembok. Di tahun 2026 ini, otoritas pajak nggak lagi main-main soal akurasi.

Sayangnya, banyak banget pemilik bisnis yang “kepleset” justru di hal-hal yang sepele banget. Masalahnya, kesalahan sepele ini efeknya nggak sepele: klaim ditolak, denda numpuk, atau yang paling parah, bisnis lo masuk daftar hitam pemeriksaan.

Berdasarkan pengalaman gue ngeliat banyak berkas yang ditolak, ini dia 3 kesalahan utama yang paling sering muncul dan gimana cara lo menghindarinya:

1. Double Dipping

Ini kesalahan nomor satu yang paling gampang dideteksi sama sistem otomatis pajak sekarang. Banyak pengusaha yang mencoba “aji mumpung” dengan mengklaim upah karyawan yang sama buat dua program bantuan yang berbeda.

Misalnya, lo udah pake bantuan upah dari program lokal, terus lo masukin lagi angka yang sama buat klaim ERTC. Sistem mereka itu udah canggih banget, lo nggak bisa lagi main kucing-kucingan.

Kalau ketahuan lo klaim dua kali buat satu pengeluaran yang sama, itu udah dianggap pelanggaran serius. Solusinya? Lo harus punya catatan yang super detail soal alokasi dana bantuan. Mana yang udah dapet subsidi, mana yang bener-bener murni dari kantong bisnis lo.

2. Asal Hitung Upah

Ngetik angka di formulir klaim itu nggak boleh pake sistem “kira-kira”. Banyak pemilik bisnis yang lupa kalau nggak semua yang lo bayarin ke karyawan itu masuk kategori “upah yang memenuhi syarat” (qualified wages). Seringkali komponen kayak tunjangan tertentu, asuransi, atau bonus di luar aturan dasar malah ikut dimasukin.

Ingat, ketelitian dalam menghitung tiap dolar itu krusial banget. Kalau lo salah hitung meski cuma selisih sedikit, seluruh laporan lo bisa dianggap nggak valid. Luangkan waktu ekstra buat baca lagi panduan terbaru soal komponen apa aja yang boleh dan nggak boleh dimasukin.

3. Data Karyawan yang Salah Input

Ini yang paling sering disepelekan: Update data karyawan. Kadang karena pengen cepet-cepet submit, lo pake data lama. Ternyata ada karyawan yang statusnya sudah nggak aktif, atau lo salah ketik nomor identitas pajak mereka. Satu digit salah aja, proses klaim lo bisa macet berbulan-bulan di birokrasi.

Pastikan sebelum lo klik tombol submit, lo udah melakukan pengecekan ulang (double-check). Cek lagi satu-satu: apakah orangnya masih kerja? Apakah nomor pajaknya bener? Apakah statusnya sesuai?

Solusi Biar Hidup Tenang

Jangan pernah ngeremehin proses ini. Kalau lo ngerasa ragu atau pusing liat angka-angka yang njelimet, jangan maksain diri buat jadi “superhero” yang ngerjain semuanya sendirian. Nggak ada salahnya pakai jasa profesional atau perangkat lunak akuntansi yang emang udah tersertifikasi buat urusan kredit pajak.

Ibaratnya gini, mending lo keluar biaya sedikit di depan buat bayar jasa ahli, daripada lo harus rugi besar karena klaim puluhan ribu dolar lo ditolak cuma gara-gara salah ketik. Di tahun 2026, ketelitian adalah investasi terbaik buat bisnis lo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *